Tidak dimanfaatkannya secara maksimal bus rapit transit atau BRT sebagai transportasi masal di NTB cukup di sayangkan sehingga perlu adanya inovasi dari pemerintah untuk adanya solusi terhadap pemanfaatan BRT tersebut.

Keberadaan bus rapit transit (BRT) yang sejauh ini belum maksimal di manfaatkan oleh pemerintah yang pada tujuan awalnya merupakan hibah dari pemerintah pusat untuk kemudahan transportasi di sejumlah daerah di NTB

Di mana pemerintah pusat mengharapkan dengan adanya BRT tersebut sebagai jawaban atas persoalan kemacetan arus lalu lintas.

Menurut ketua komisi III DPRD Kota Mataram I gede wiska menyayangkan keberadaan BRT  yang sejauh ini belum maksimal di manfaatkan, terlebih pemerintah daerah sudah cukup banyak menggelontorkan anggaran untuk pembangunan fasilitas namun pemerintah provinsi NTB sebagai pihak pengelola belum bisa memanfaatkan maksimal keberadaan BRT karena keberadaan transportasi masal tersebut khususnya di kota mataram sangat di butuhkan di tengah geliat pembangunan dan pertumbuhan transportasi.

” Kita sangat sayangkan hingga hari ini persoalan BRT belum bisa di selesaikan,padahal ini sangat dibutuhkan masyarakat ungkap wiska”

Sementara itu anggota komisi II DPRD Kota Mataram Muhammad faesal menilai jika tidak di manfaatkan secara maksimal BRT tersebut akibat dari minimnya inovasi pemerintah paling tidak untuk aktif melakukan sosialisasi bagi masyarakat terlebih bagi para pelajar.

” saya melihatnya masih kurang sosialisasi kepada para pelajar”(pc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here