Rencana atas kenaikan harga cukai rokok sebesar 10 persen disebut sebut akan memicu timbulnya berbagai dampak ditengah masyarakat, salah satunya yakni kemungkinan naiknya angka kemiskinan di NTB.

 

kepala Badan Pusat Statistik BPS NTB Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, rencana atas kenaikan harga cukai rokok sebesar 10 persen tentu akan menimbulkan masalah baru ditengah masyarakat, seperti kemungkinan besar yang bakal terjadi salah satunya yakni naiknya angka kemiskinan di NTB.

“…nanti kita lihat bagaimana dampak spiralnya kenaikan cukai rokok itu,misalnya seseorang yang mengkonsumsi, karena harganya mahal otomatis mengurangi mengkonsumsi rokok dan bias jadi nanti dampaknya ke pedagang, bias jadi ke tembakau. Ya dampaknya bias kemana mana, termasuk kemiskinan…”

Endang menyebutkan jika perokok mengurangi jumlah konsumsi rokonya, maka otomatis pendapatan penjual rokok akan berkurang, dan berkurangnya omzet pedagang ini juga akan berdampak pada penjualan hasil pertanian terutama  berupa tembakau . Sehingga tentu secara tidak langsung akan berimbas pada angka kemiskinan di NTB

Sementara untuk saat ini  pemprov NTB telah menargetkan angka kemiskinan pada tahun 2018 turun menjadi 12,25 persen dan dalam APBD perubahan 2017, pemprov NTB juga telah menaikkan alokasi anggaran pengentasan kemiskinan menjadi Rp1,7triliun, yang sebelumnya di APBD murni 2017 hanya sbesar  Rp1,3triliun

“..pokonya dampaknya ini pasti spiral, kiita bias lihat nanti saat penghitungan kemudian harga rokok naik, Data akan bicara dilapangan nanti…” ungkapnya (wn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here