Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram Mutawalli menyebutkan jika petani enggan menerima bantuan mesin panen padi dari pemerintah.

 

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram Mutawalli menyebutkan jika petani enggan menerima bantuan mesin panen padi dari pemerintah, akibatnya hingga kini tiga unit mesin combine harvester masih terparkir di halaman kantor Dinas pertanian.

Dirinya menjelaskan, tiga unit mesin combine harvester tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat sejak awal tahun lalu, namun hingga kini belum ada petani yang mau menerimanya.

Menurut Mutawalli, ketidak sesuaian ukuran mesin dengan ukuran lahan pertanian yang ada menjadi salah satu penyebabnya, mengingat mesin tersebut  memiliki ukuran setara mobil panser. Selain itu, besarnya biaya operasional mesin juga dinilai menjadi alasan lainnya.

Oleh karenanya, Dinas Pertanian akhirnya mengambil keputusan untuk mengelola sendiri tiga unit mesin panen tersebut, artinya bagi petani yang hendak menggunakan alat tersebut, harus mengajukan permohonan kepada Dinas terlebih dahulu, dimana biaya operasional dan pengangkutan ditanggung oleh petani yang bersangkutan.

“ini lagi nyari kelompok tani yang mau mengoperasionalkan, modelnya nanti brigade, itu nanti ditaruh di kantor tapi kalau ada yang mau memakai tinggal di drop. Tapi ini masih kita rapatkan, soalnya itukan butuh anggaran baik untuk operasional ataupun pemeliharaan” ungkap mutawalli.(el)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here