Sejumlah warga mengapresiasi langkah yang ditempuh oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram dalam menangani persoalan persampahan di sekitar Pasar Selak dengan penempatan petugas jaga, mengingat selama ini  persoalan sampah telah menjadi momok bagi warga sekitar, tak sedikit yang mengaku senang dan berharap kondisi tersebut dapat dipertahankan bahkan terus ditingkatkan.

 

Beginilah kondisi jalanan menuju pasar selak sekitar dua bulan lalu, sampah menumpuk hingga menggunung disepanjang 200 meter menuju arah pasar. Jika terlambat diangkut petugas, sampah sampai ke badan jalan dan mengeluarkan bau busuk yang sangat mengganggu warga dan pedagang sekitar yang biasa mengakses jalan tersebut.

Namun kini, kondisi tersebut telah berubah hingga 180 derajat dalam satu bulan terakhir, berkat adanya petugas jaga yang ditempatkan dinas terkait disana, tak ada lagi gunungan sampah, tak ada lagi warga yang menutup hidung saat melintas, semua sampah berada di tempatnya, yakni di dalam 5 kontener yang memang telah disediakan pemerintah.

sejumlah warga sekaligus pedagang di lokasi tersebut pun memberi komentar positif terhadap perubahan kondisi jalan sekitar pasar selak, Seperti yang diungkapkan Nur assiyah,dirinya mengaku bersyukur atas keberadaan petugas jaga yang telah mengubah kondisi tersebut, pasalnya sebelum ada petugas, sampah selalu menumpuk dan mengganggu pernapasan, terlebih karena profesinya yang membuka warung tidak jauh dari pasar selak, keberadaan sampah diakuinya sangat mempengaruhi pendapatannya.

“kalau dulu jangankan pembeli, kita saja yang jualan mana bisa tahan sama baunya, jarang ada yang mau mampir belanja karena bau sampah, nah kalau sekarang alhamdulillah kita bersyukur sejak ada petugas jaga, sudah tidak ada lagi sampah, dan mulai banyak yang mampir di warung saya.”

Hal serupa juga diungkapkan oleh agus, pedagang buah yang membuka lapak tepat di sebelah tumpukan sampah mengaku sangat senang karena dulu selama berjualan dirinya harus tetap mengenakan masker karena bau busuk dari tumpukan sampah, namun kini dirinya dapat berjualan dengan leluasa dan pelangganya pun tak lagi komplain justru terus bertambah.

“bau te bedagang molahan nane, lamun laek, luek pelanggan komplain, laguk nane ndaraq komplain malik, terus pelanggan jari beromboq, harapan tiang jak semoga ditingkatkan, tetep tejaga petugas marak mene.(el)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here