Kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi lombok tengah masrun mengancam penjarakan anggota dewan dalam hal ini komisi empat dprd lombok tengah. hal itu karena anggaran layanan terpadu satu pintu ltsp di disnakertrans loteng dipangkas.

 

Tidak terima dengan keputusan dprd lombok tengah yakni komisi empat, terkait dengan pemangkasan anggaran layanan terpadu satu pintu ltsp di dinas tenaga kerja dan transmigrasi lombok tengah, kadisnakertrans loteng masrun mengancam akan penjarakan anggota dewan, hal itu diungkapkannya melalui via telpon kepada ketua komisi empat dprd lombok tengah lalu supardi.

sementara akibat dari pemangkasan anggaran tersebut layanan terpadu satu pintu ltsp terancam tidak bisa beroprasi, pasalnya anggaran tersebut dihajatkan untuk biaya koneksi internet dan biaya listrik. terlebih ltsp tersebut baru diresmikan pada November bulan lalu.

sementara itu ketua komisi empat dprd lombok tengah lalu supriadi menyampaikan bahwa kata-kata tersebut dilontarkan dikarenakan masrun tidak di undang dalam rapat pembahasan anggaran tersebut, namun sebelum rapat internal komisi empat sudah sepakat untuk tidak mengundang dari skpd.

“kami dengan internal di komisi 4 sudah sepakat untuk tidak mengundang dari skpd, sehingga dalam rapat tersebut terjadi rasionalisasi anggaran sebanyak 200 juta yang konon diperuntukan untuk biaya internet dan listrik yakni program ltsp”

sementara dalam menyikapi hal tersebut pimpinan dprd lombok tengah dan seluruh ketua komisi serta seluruh anggota komisi empat mengadakan rapat secara tertutup di ruang bamus dprd.(aw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here