Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan penataan runag (PUPR ) Kota Mataram Mahmuddin tura menyatakan jika kontrak kerjasama pembangunan jembatan dasan agung dengan cv. limbu indah resmi diputus tanpa pemeberian perpanjangan waktu , sementara ancaman sangsi daftar hitam selama 2 tahun dinilainya perlu dikaji terlebih dahulu.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan penataan runag (PUPR ) Kota Mataram Mahmuddin tura menyatakan jika kontrak kerjasama pembangunana jembatan dasan agung dengan cv limbu indah resmi diputus tanpa pemeberian perpanjangan waktu .

mahmuddin menjelaskan kontrak kerjasam dengan cv. limbu indah telah resmi diputus sejak taggal 13 desember lalu sesuai dengan masa kontrak, sementara tidak diberikannya perpanjangan waktu selama 50 hari dijelaskannya karena deviasi yang dilakukan oleh kontraktor terhadap pembangunan jembatan itu cukup besar, dimana hingga akhir masa kontrak hanya selesasi sekitar 30 %. Sementara untuk sanski daftar hitam, mahmuddin mengakui jika hal tersebut perlu dikaji dengan perhitungan volume proyek terlebh dahulu oleh tim dari PPK, konsultan dan kontraktor, barulah dari hasil penghitungan tersebut pihaknya akan melakukan evaluasi terkait anacaman blacklist selama dua tahun yang perlu ditempuh pemerintah kota mataram.

“sekarang tim dari PPK, onsultan, dan kontraktor tengha melakukan perhitungan volume proyek, kita berharapa sudah 30 % agar tidak ada kerugian negara, dari hasil itu nanti kita evaluasi terkait pemberian sanksi blakclist.”

lebih lanjut untuk mencegah hal serupa terulang kembali, mengingat proyek pembangunan jembatan senilai 2 milyar rupiah tersebut akan kembali ditender pada tahun 2018 nanti, mahmuddin menegaskan akan memperketat dan selektif terhadap perserta dan pemenang tender.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here